Cara meredakan serangan asam lambung tanpa obat

Serangan asam lambung bisa datang kapan saja, sehingga kadang kala naiknya cairan asam ini tidak memerlukan pengobatan. Bahkan jika anda sering mengalami naiknya zat asam ke kerongkongan bisa dicegah tanpa obat. Naiknya cairan asam lambung ini bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Dengan demikian cari penyebab serangan asam lambung dengan teliti.

Penyebab serangan asam lambung naik ke tenggorokan

Larutan asam dari lambung terjadi akibat gangguan tertentu hingga bisa naik membasahi tenggorokan, bahkan sampai di mulut. Dan saat itu juga tenggorokan terasa perih dan suara menjadi serak. Keadaan demikian bukan disebabkan karena suatu penyakit tertentu.

Ada 3 kondisi penyebab naiknya cairan asam pada lambung
1. Kerongkongan terdapat sisa makanan yang tidak tertelan dengan benar.
2. Terlalu banyak zat asam di lambung
3. Pengosongan isi lambung tertunda / terlalu lama

Gangguan kesehatan ini dalam istilah medis disebut sebagai gastroesophageal reflux, sedangkan aliran balik yang bersifat asam ini dengan istilah refluks asam. Dengan demikian terjadinya naiknya cairan asam lambung ada beberapa permasalahan kesehatan. Ada katup antara kerongkongan dan lambung yang disebut sebagai sfingter esofagus. Ketika katup ini tidak menutup secara optimal, maka makanan yang bercampur dengan cairan lambung akan mengalir ke kerongkongan.

Jika tidak segera dicari penyebabnya, maka anda akan semakin sering mengalami refluks gastroesofageal, sehingga gangguan ini semakin parah. Ada beberapa penyebab dan biasanya berhubungan erat dengan pola makan dan kebiasaan yang kurang benar. Bahkan menurut para pakar kesehatan, serangan asam lambung bisa memicu gangguan pada jantung, jika tidak segera diobati. Cobalah beberapa tips sehat berikut :

serangan asam lambung

Ketahui juga Pengobatan penyakit ginjal sebelum kronis

1. Mengatur waktu makan dengan bijaksana

Isi perut ( lambung ) yang terlalu penuh menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Nah jika memang anda doyan makan, maka tetap atur pola makan besar secara normal. Dan untuk memenuhi kebutuhan yang hobi makan dengan makanan kecil ( ngemil )

2. Menghindari jenis makanan tertentu

Setiap orang memiliki selera makan tertentu. Sehingga ada beberapa jenis makanan yang membuat anda merasa mual. Pada umumnya jenis makanan seafood bisa memicu refluks gastroesofageal, sehingga makanan tersebut perlu dihindari. Paling tidak tidak makan makanan yang membuat perut mual.

Jangan lewatkan Klaster covid dan penyebarannya di Indonesia

3. Sebaiknya hindari jenis minuman berkarbonasi

Negara tropis seperti di Indonesia, jenis minuman berkarbonasi paling digemari. Bersendawa bisa dibilang cukup menyenangkan setelah minum minuman bersoda. Namun saat sistem pencernaan anda terganggu, sebaiknya hindari untuk sementara waktu.

4. Hindari tidur setelah makan

Jangan membiasakan diri tidur setelah makan. Saat tidur maka posisi tubuh sejajar. Posisi demikian akan memicu asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Yang paling baik santai setelah makan dalam jumlah besar. Hal ini untuk memberi waktu pada proses pencernaan. Perlu diketahui proses pencernaan tercepat di perut sekitar 30 menit untuk jenis makanan biasa, seperti nasi. Bahkan semakin kompleks jenis makanan, maka semakin lama prosesnya.

Santai setelah makan

Sesibuk apapun anda, maka cobalah duduk santai setelah makan kenyang. Hal ini untuk memberikan waktu pada sistem pencernaan anda. Yah paling tidak duduk santai selama 30 menit setelah makan. Pepatah orang jawa jangan berlari setelah makan, nanti “suduken”.

Tidur dengan posisi yang benar

Tanpa disadari maka posisi tidur sering kali berubah. Bahkan sebagian dari kita sering kali posisi tidur berubah ubah. Posisi tidur paling baik dan sehat adalah telentang lurus dengan posisi kepala lebih tinggi.

Naiknya asam lambung tanpa suatu sebab, bisa jadi karena hal hal sepele dalam hidup anda. Dan hal ini hanya terjadi sekali waktu saja. Namun jika keadaan ini terus berulang, langkah terbaik adalah menemui dokter pribadi anda.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker