Home | KESEHATAN | Jenis penyakit autoimun, gejala, dan pengobatannya

Jenis penyakit autoimun, gejala, dan pengobatannya

Yuk mengenal berbagai jenis penyakit autoimun dan cara pengobatannya akibat penyakit serangan autoimun. Apa sih gejala serangan penyakit autoimun yang seringkali membuat bingung pasien penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini. Sebelum kita membahas lebih dalam tentang macam macam jenis penyakit autoimun. Ayo mengenal lebih dalam pemahaman apa itu penyakit autoimun. Hal ini cukup penting supaya nantinya anda bisa cepat mendeteksi serangan penyakit kekebalan tubuh ini. Perlu juga diketahui bahwa kadang kala tenaga medis juga memerlukan deteksi beberapa kali seperti cek darah dan lain sebagainya. Yuk sekarang kita bahas tentang macam macam penyakit dan serangan autoimun.

Apa itu penyakit autoimun : Adalah suatu keadaan dalam sistem deteksi tubuh abnormal sehingga sistem kekebalan dalam tubuh menyerang sistem kekebalan tubuh sendiri. Lebih gampangnya tentara tubuh menyerang tentara tubuh sehat lainnya, karena di anggap musuh. Perlu diketahui bahwa penyakit autoimun ini bisa menyerang setiap titik di sistem pertahanan tubuh. Dewasa ini cukup banyak jenis penyakit autoimun, jadi bisa jadi penyakit autoimun ini bisa muncul di mana saja di seluruh tubuh. Ilmu kedokteran saat ini telah berhasil mendeteksi berbagai jenis serangan penyakit autoimun, seperti :

Penyakit Autoimun Arteritis Temporalis, gejala, dan pengobatannya

Autoimun Arteritis Temporalis : Jenis penyakit autoimun Arteritis temporalis ini menyerang pembuluh arteri di kepala. Sehingga terjadi peradangan pembuluh arteri di kepala, baik di dalam maupun di sekitar kulit kepala. Sebagian besar penderita Arteritis temporalis adalah mereka yang telah berusia lanjut di atas 50 tahun. Sering juga disebut sebagai serangan arteritis sel raksasa. Penyakit Arteritis temporalis di tandai dengan munculnya sel-sel raksasa dan infiltrat inflamasi limfosit pada daerah arteri kranial. Perlu diwaspadai bahwa di Indonesia penderita penyakit Arteritis temporalis ini tergolong tinggi. Bahkan menurut data ada sekitar 150 orang pertahun terserang penyakit autoimun Arteritis temporalis.

Gejala autoimun Arteritis temporalis : Perlu diketahui bahwa penyebab timbulnya peradangan di kepala ini belum diketahui dengan pasti. Namun pada umumnya serangan awal autoimun Arteritis temporalis ditandai dengan gejala dan tanda tanda, seperti : rasa nyeri di bagian kepala tertentu, rahang terasa kaku dan sulit digerakkan, bahkan juga menurunnya fungsi mata ( gangguan penglihatan ), mudah lelah, dan disertai juga dengan demam.

Pengobatan autoimun Arteritis temporalis : Pada umumnya pengobatan penyakit autoimun tidak bisa langsung terdeteksi oleh dokter. Sehingga memerlukan diagnosis lanjutan. Setelah mempelajari gejala gejala yang terlihat, maka biasanya dokter memerlukan diagnosis biopsi arteri temporal. Tentu saja upaya pengobatan harus cepat dilakukan, mengingat dampak yang ditimbulkannya cukup berbahaya.

Jenis penyakit autoimun

Loading...

Penyakit radang pembuluh darah, gejala, dan pengobatannya

Radang pembuluh darah ( Vaskulitis ) : Serangan penyakit Vaskulitis ini perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan sempitnya saluran pembuluh darah akibat terjadi peradangan. Serangan Vaskulitis pada umumnya terjadi di saluran pembuluh darah yakni adanya pembengkakan di dinding saluran. Akibatnya cukup fatal jika terjadi dan menyerang salah satu organ tubuh anda. Pendek kata penyakit radang pembuluh darah ini bisa menyerah setiap bagian tubuh anda, seperti jaringan maupun organ organ penting.

Gejala penyakit Vaskulitis ( radang pembuluh darah ) : Seperti pada penyakit autoimun pada umumnya, maka penyebab utama peradangan pembuluh darah ini juga sulit terdeteksi. Namun demikian awal serangan penyakit Vaskulitis bisa terlihat dengan jelas, seperti : berkeringat pada malam hari tanpa sebab, badan lemas dan ngilu, muncul ruam ruam kemerahan pada bagian tubuh tertentu ( tergantung daerah serangan ), bahkan bisa juga terjadi mati rasa, kadang juga disertai demam. Namun juga kadang gejalanya cukup kompleks dengan istilah : Giant cell arteritis, Arteritis Takayasu, Cryoglobulinemia, Granulomatosis Wegener, Henoch-Schonlein purpura, Penyakit Buerger, Penyakit Kawasaki, Poliangiitis mikroskopik, Poliarteritis nodosa, Sindrom Behcet, Sindrom Churg-Strauss, Vaskulitis hipersensitif
Vaskulitis

Pengobatan penyakit Vaskulitis : Seperti pada penyakit jenis penyakit autoimun lainnya, maka tenaga medis juga mesti melakukan serangkaian diagnosis untuk memastikan cara pengobatan selanjutnya. Dokter biasanya akan melakukan beberapa tes, seperti :
Tes darah dan tes urine : sebagai tes awal untuk identifikasi penyebaran penyakit
Tes pencitraan : untuk mengetahui lebih spesifik dan langkah pengobatan terbaik, biasanya dengan USG, foto Rontgen, CT scan, PET scan, dan MRI. Jika ada keyakinan dokter mengarah ke peradangan pembuluh darah, maka dokter akan menyarankan untuk
Angiografi : untuk mengetahui dengan pasti kondisi pembuluh darah pasien
Biopsi : dokter akan melakukan pengambilan sampel jaringan yang terinfeksi
Saat ini pengobatan penyakit peradangan pembuluh darah ini biasanya dengan pengobatan atau pembedahan ( penggantian )

Penyakit Alopecia areata, gejala, dan pengobatannya

Alopesia areata : Penderita penyakit autoimun alopesia areata akan mengalami kebotakan permanen. Meskipun pada banyak kasus masih bisa disembuhkan, namun sebagian besar penderita justru tidak menyadari jika sebenarnya mereka sedang menderita salah satu penyakit autoimun yakni kerontokan rambut permanen. Pada umumnya kerontokan rambut yang wajar terjadi pelepasan di beberapa tempat, sehingga tidak terlihat sama sekali. Secara alami rambut akan terus mengalami kerontokan. Namun pada kasus penyakit autoimun alopesia areata kerontokan terjadi pada suatu tempat tertentu terutama rambut kepala, meskipun bisa juga menyerang daerah rambut lainnya, seperti alis, bulu mata, dan lainnya. namun kasus terbanyak terjadi pengikisan pada rambut kepala.

Penyakit Alopecia areata

Gejala penyakit Alopesia areata : Gejala kebotakan rambut akibat penyakit Alopesia areata sangat khas. Bahkan sangat mudah terlihat secara nyata. Mungkin saja anda pernah melihat seseorang yang biasanya terjadi pada pria dengan kebotakan berbentuk lingkaran atau bulat. Bahkan di daerah tanpa rambut ini terlihat licin tanpa pori pori. Namun yang mengherankan justru tidak ada upaya pengobatan ke sana dan mereka yakin dengan gejala kebotakan alami. Perlu diketahui bahwa penyakit Alopesia areata menyerang folikel akar rambut, sehingga tidak ada pertumbuhan rambut di sana

Pengobatan penyakit Alopesia areata : Jika anda membawa masalah kebotakan rambut ini ke dokter, maka biasanya dokter akan memberikan suntikan kortikosteroid. bahkan terkadang juga dengan obat obatan penumbuh rambut. Namun demikian ternyata penyakit kebotakan ini cukup sulit disembuhkan, sehingga banyak yang terkesan membiarkan kebotakan ini.

Penyakit Diabetes tipe 1, gejala, dan pengobatannya

Diabetes tipe 1 : Kita mengenal beberapa jenis penyakit diabetes, yakni : penyakit diabetes tipe 1, penyakit diabetes tipe 2, dan penyakit diabetes gestasional. Namun pada kali ini saya akan membahas penyakit diabetes tipe 1. Penyakit ini timbul akibat tubuh kekurangan atau bahkan tidak mampu dalam memproduksi zat atau hormon insulin. Sebagaimana diketahui bahwa hormon insulin ini diproduksi oleh pancreas yang terletak di hati. Karena terjadi gejala abnormal sehingga sistem imun tubuh menyerang sel beta sebagai penghasil insulin di pancreas. Seperti diketahui bahwa hormon insulin memiliki tugas penting yaitu mengendalikan gula darah dalam tubuh. Nah akibat kurangnya produk hormon insulin maka berdampak pada menumpuknya gula darah dalam tubuh.

Gejala penyakit Diabetes tipe 1 : Serangan penyakit diabetes tipe 1 ini seringkali terjadi pada anak anak maupun remaja, meskipun bisa menyerang siapa saja. Gejala khas penyakit diabetes tipe 1 yakni : sering buang air kecil (poliuria) pada malam hari, sering merasa haus (polidipsia) terus menerus, sering merasa lapar (polifagia) dengan penurunan berat tubuh, disertai dengan mual dan muntah, serta mulut kering, jika terjadi luka di tubuh maka sulit sembuh, pandangan menjadi kabur, tubuh mudah lelah.

Pengobatan penyakit Diabetes tipe 1 : karena serangan penyakit diabetes tipe 1 ini karena tubuh kekurangan produksi hormon insulin, maka dokter biasanya akan melakukan suntikan penambahan zat insulin. Dan kemungkinan besar keadaan ini akan terus terjadi seumur hidup.

Penyakit Spondilitis ankilosa, gejala, dan pengobatannya

Spondilitis ankilosa : Kadang juga disebut Spondilitis ankilosis merupakan penyakit autoimun yang menyerang sendi sendi besar dalam tubuh terutama sendi tulang belakang. Serangan penyakit autoimun Spondilitis ankilosa mengakibatkan peradangan pada tulang, sehingga celah celah tulang yang berfungsi untuk pergerakan tertutup ( meradang ). Akibat serangan penyakit autoimun Spondilitis ankilosa ini penderita akan menjadi bongkok jika terjadi serangan pada tulang belakang. Pernahkan anda melihat seseorang berjalan dengan tubuh bongkok ke depan, itulah akibat serangan spondilitis ankilosis.

Gejala penyakit Spondilitis ankilosa : Pada umumnya gejala dan tanda tanda awal serangan penyakit Spondilitis ankilosa tidak disadari oleh penderitanya. Gejala awal biasanya berupa rasa nyeri dan ngilu pada daerah daerah tulang pergerakan. Tubuh terasa menjadi lebih kaku dan timbul nyeri saat digerakkan. Gejala ini hampir identik dengan gejala pengapuran tulang yang terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia. Bahkan rasa nyeri juga hilang timbul sendiri.

Pengobatan penyakit Spondilitis ankilosa : Jika tubuh anda semakin terasa kaku dan pergerakan menjadi lebih terbatas. Cobalah untuk mendatangi dokter anda. Jika anda positif terkena serangan penyakit Spondilitis ankilosa. Maka biasanya dokter akan memberikan obat obatan dan terapi fisik berupa fisioterapi. Berolah raga ringan sangat dianjurkan supaya tubuh tidak kaku permanen.

Penyakit Sklerosis multipel, gejala, dan pengobatannya

Sklerosis multipel : Sering juga disebut sebagai penyakit sklerosis ganda merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang cukup berbahaya karena menyerang sistem saraf pusat khususnya sistem saraf di otak, sistem saraf tulang belakang, dan juga menyerang sistem saraf mata. Cara kerja serangan penyakit sklerosis multipel yakni menyerang mielin di sistem saraf. Apa itu mielin : merupakan lapisan lemak ( fosfolipid ) konsentrik yang melindungi sistem saraf. Kerusakan pada mielin berdampak pada kerusakan sistem saraf. Jika tidak cepat di obati bisa menimbulkan kerusakan sistem saraf permanen.

Gejala penyakit Sklerosis multipel : gejala akibat sklerosis multipel bisa berbeda beda setiap orang perorang. Namun pada umumnya terjadi mati rasa pada daerah serangan, hilang keseimbangan dan gemetar tanpa sebab. bahkan penderita sering merasakan lemas dan pusing seketika.

Pengobatan penyakit Sklerosis multipel : Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tindakan, seperti tes darah, tes lumbal pungsi ( pengambilan sampel cairan tulang belakang ), Evoked potensial test ( perekaman sinyal listrik ), dan juga MRI.

Penyakit Polimialgia reumatika, gejala, dan pengobatannya

Polimialgia reumatika : Biasanya menyerang mereka yang telah berusia di atas 60 tahun. Penyakit polimialgia reumatika memiliki serangan mirip dengan penyakit rheumatoid arthritis atau penyakit tulang nyeri lainnya. Timbulnya serangan penyakit polimialgia reumatika lebih sering di picu oleh faktor usia. Namun bisa juga dipercepat dengan faktor genetik dan juga kebiasaan buruk pola hidup.

Gejala penyakit Polimialgia reumatika : Gejala khusus penyakit polimialgia reumatika cukup sulit terdeteksi karena mirip mirip dengan penyakit nyeri tulang sendi pada umumnya. Tulang kaku dan tubuh sulit digerakkan pada pagi hari merupakan salah satu gejala khas penyakit ini. Namun demikian jika tidak segera di bawa ke medis, maka keparahan berkepanjangan dan mengarah pada stroke ringan.

Pengobatan penyakit Polimialgia reumatika : Hingga saat ini belum ditemukan cara pengobatan yang pasti. namun biasanya dokter akan memberikan obat obatan untuk meredakan rasa sakit dan mencegah peradangan.Tambahan suplemen kalsium dan vitamin D diperlukan untuk mencegah penyakit polimialgia reumatika tambah parah.

Penyakit Polimialgia reumatika, gejala, dan pengobatannya

Sindrom Sjögren : Awas hati hati dengan serangan penyakit autoimun yang satu ini. Sindrom Sjögren merangsang sel imun ( tentara tubuh ) untuk menyerang serta menghancurkan kelenjar eksokrin. Apa itu kelenjar eksokrin yaitu kelenjar penghasil cairan yang memproduksi air liur dan air mata. Penyakit autoimun Sindrom Sjögren bisa melakukan penyerangan sendiri ( Sindrom Sjögren primer ). Dan juga Sindrom Sjögren sekunder jika penderita juga mengidap penyakit autoimun lainnya, seperti : rheumatoid arthritis, skleroderma, serta lupus.

Gejala penyakit Sindrom Sjögren : Serangan awal penyakit autoimun Sindrom Sjögren sangat khas yakni mulai berkurangnya kelenjar cairan tubuh yang berdampak pada kekeringan di mulut dan juga kelembaban mata berkurang. Serangan Sindrom Sjögren cukup parah karena mata anda cenderung kering, pedih, dan gatal. Sedangkan pada mulut akan terjadi kekeringan karena air liur banyak berkurang yang berdampak pada suara serak dan sulit menelan makanan.

Pengobatan penyakit Sindrom Sjögren : Tenaga medis akan melakukan serangkaian tes kesehatan untuk memastikan penyakit anda, seperti : tes darah, Tes Schimer, Pengukuran tingkat aliran air liur, Pemindaian kondisi kelenjar air liur, dan juga Biopsi. Dokter akan memberikan obat obatan untuk meningkatkan produksi air liur dan juga resep obat tetes mata. Bagi penderita dianjurkan untuk banyak minum air putih dan mengurangi konsumsi gula

Hingga saat ini medis belum mampu menemukan pengobatan yang pasti untuk menyembuhkan serangan penyakit autoimun. Sehingga bisa dikatakan jika serangan penyakit autoimun tidak bisa disembuhkan. Namun dokter akan berusaha untuk meredakan akibat serangan penyakit langka ini. Perlu juga dipahami bahwa jenis penyakit autoimun ini sangat banyak jumlahnya bahkan bisa puluhan jenis yang siap menyerang manusia. Namun demikian biasanya timbulnya penyakit autoimun berhubungan erat dengan genetika dan pola hidup tidak sehat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!